Buscar

WILUJENG SUMPING.....JUST A NOTE.....FOLLOW MY BLOG YA.....SYUKRON JAZAKILLAH.....

Páginas

Tampilkan postingan dengan label Catatan Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Sahabat. Tampilkan semua postingan

ketika hati menangis



Ya Allah..
Ketika Hatiku Menangis Cuma Engkau Dan Aku Saja yang tahu

Ya Allah
Ketika Mereka Meninggalkan Aku Sendiri
Ketika Dunia Ini Tidak Adil Kepadaku
Ketika Dunia Tidak Lagi Simpati, Kau Tetap Mendengar Rintihan Hatiku


W A N I T A
oleh Ibni Mabnie Nur

Ku ajak sebentar saja sekedar tau..
Kemudian senyum atau berteriak, silahkan saja
Jika aku paksa, adakah kepuasan lapang kemudian tenang..??
Bukan disini nona..!!


Ketika Kita Berlainan

By Ibni Mabnie Nur

Kau Dan aku besebelahan
Seperti duduk bersampingan
Dengan kaki yang digantung,tidak sampai pada permukaan..
Cuma membiarkan saja agar menggelantung
mengadukan matanya

Surat Untuk perempuanku..


By diana Nur…

Bila aku ditanya siapa perempuan yang sangat kau rindui??
Aku jawab IBU
Bila ditanya lagi,siapa perempuan kemudian setelah IBU??
Aku mulai berfikir...
Aku jawab sepertinya IBU...

Istriku Teman Chatingku


By Rusyda 87
http://rusyda87.blogspot.com/


Tidak seperti biasanya, mentari pagi ini begitu temarang sinarnya. Berbalut embun pagi jejak hujan tadi malam, sejuk rasanya. Seakan semua kepenatan dunia dilahap habis oleh keMaha Kuasaan-Nya. Apa lagi ditemani seuntai syair burung burung yang asyik berdendang dibalik pepohonan. Terasa tentram rasanya menikmati itu semua.

maaf ku mencintai tanpa permisi

Oleh : Khomisah Nur

Buliran bening ini mulai mengalir perlahan, hatiku serasa terhimpit magnet kutub utara dan selatan. Kain yang menutupi mahkotaku tersibak angin sepoi-sepoi, ku hela nafas panjang sembari menata kembali hati yang berserakan dalam lamunan hampa.
Aku pun tersandar lesu di dinding hijau muda.
Dalam hening ku berpikir sambil menghela nafas panjang.


:: Semilir dalam sendu ::


Diposkan oleh Bonit Notz Kamis, 07 April 2011

detak jantungku masih normal...
denyut nadipun masih dalam tahap wajar...
geliat dalam hati masih dibanjiri embun pagi....
masih kumelingkar dalam roda bundar
putaran'a mengiris bagian kulitku yang tertipis
sedikit tapi sakit dan dedikasikan sebuah kealfaan

"SERAH - MENYERAH"


Aku kehilangan maya yang meng-ada
bermula maya...
semakin maya...
yang tak tersentuh kata
tak terjamah rasa

Kado dari Untuk sang NISA..

Oleh Ibni Mabnie Nur

Nisa itu seperti Ibuku..
Kakak perempuan juga Istri bersama rekah senyum yang setia..

Untuk ibuku...
Tersiar jeritan...
Upaya berjuang antara dua nyawa..
Tiap denyutanya isyarat cemas tidak menginginkanya rasa takut..